News Ticker

Menu
Nugraha News. Powered by Blogger.

Kerusuhan Penyebab Open Jatireja Cup Tertunda


Sepak bola memang sudah menjadi magnet buat para pecinta olah raga,terbukti dari antusiasnya warga masyarakat dunia bila sepak bola di selenggarakan oleh FIFA stiap 4 tahun sekali. Bahkan tak jarang acara itu pun sudah menjadi rutinitas rutin sapai ke tingkat desa di Indonesia sebagai peringatan kemeriahan kemerdekaan atau biasa di sebut agustusan. Jatireja contohnya, Desa yang berada di wilayah Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ini rutin mengadakan acara turnamen antar RT se-Desa Jatireja stiap tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya,tahun ini pun Jatireja kembali mengadakan pertandingan sepak bola antar RT yang di selenggarakan,Minggu (24/8/2014) Pkl 16.00 Wib.
 
Acara yang di adakan oleh Karang Taruna Desa Jatireja ini menuai respon yang positif oleh Kepala Desa beserta jajaran Staf Desa Jatireja dan seluruh tokoh masyarakat sampai tokoh pemuda. Acara awalnya berlangsung ramai dan tertib,sayang acara yang tadinya bisa menjadi hiburan masyarakat ini harus tercoreng oleh kerusuhan kedua suporter tim saat pertandingan antara Belakang Baya (Binong) VS Garda Tegal (Pamahan),Minggu (14/9/2014).
 
Akhirnya kedua tim pun di diskualifikasi karna sudah melanggar peraturan yang sudah di tetapkan oleh panitia. Menurut keterangan ada 1 korban luka dari pihak pamahan,akhirnya kompetisi itu pun tertunda sampai saat ini dan belum mendapatkan kepastian penundaanya sampai brapa lama. Beberapa tim yang sudah bermain dan yang sudah di pastikan lolos ke 8 final pun merasa di rugikan atas kejadian tersebut.
 
Kane (47),manager dari tim Perum Permata sekaligus donatur dari acara tersebut menyatakan ketidak puasanya terhadap ketidak tegasan dari pihak panitia.
 
"Kejadian yang seperti ini memang harus di antisifasi sebelumnya,maka harusnya panitia itu dari awal datangi tokoh-tokoh masyarakat setiap kampung atau rt untuk ikut membantu mengantisifasi hal yang seperti ini,sekarang kompetisi ini di tunda dan tidak pasti brapa lama penundaanya,kita itu hanya meminta ketegasanya mengenai kelanjutan acara ini,saya sudah berkoordinasi kepada tokoh-tokoh mereka mengatakan siap membantu kondusifitas acara apabila acara itu di lanjutkan."tegasnya.
 
Dia juga menambahkan dirinya juga siap bertanggung jawab dan mengambil alih kepanitiaan apabila panitia tidak tegas menangani hal tersebut dia pun meminta batas waktu pasti.
Kepala Desa Jatireja,Ganda Saputra mengutarakan sikapnya mengenai penundaan tersebut. "Pokoknya kita tunggu saja sampai keadaan benar-benar reda,jangan sampai kejadian tersebut terulang lagi"ujarnya.
 
Sudah seharusnya kita itu harus lebih bijaksana dalam melakukan tindakan,kalah dan menang adalah suatu hal yang biasa,benturan-benturan antar pemain pun sudah bukan hal yang baru,benturan yang di dalam lapangan serahkan lah sepenuhnya kepada hakim lapangan yaitu wasit yang mempunyai wewenang segala keputusan dalam pelanggaran bermain,hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi apalagi ini di lingkungan satu desa sendiri yang mayoritas orangnya sudah  saling mengenal dan juga masih banyak yang masih ada ikatan kekerabatan.
 
Semoga saja kedua belah pihak yang bertikai tidak ada dendam dan bisa saling memaafkan.

Share This:

Post Tags:

Tidak Ada Komentar Untuk " Kerusuhan Penyebab Open Jatireja Cup Tertunda "

  • To add an Emoticons Show Icons