Situ Binong Kini Menjadi Daya Tarik Wisatawan
CIKARANG
PUSAT- Situ Binong yang terletak di Desa Hegarmukti, merupakan danau
buatan dari zaman belanda. Seperti yang di ceritakan tokoh masyarakat,
Ulung Endi Suryadi, sebuah riwayat yang turun temurun dari sesepuh
terdahulu.
Pada
Tahun 1905, dalam peta tua pada zaman belanda, danau tersebut belum
ada, yang ada hanyalah sungai yang bernama Cibinong. “Hulu sungainya
itu, mulai dari, yang sekarang jadi pasar modern Deltamas,
Perumahan Pasadena, sampai yang sekarang jadi TSB,”ungkapnya.
Dia
menambahkan, pada peta di Tahun 1920, danau tersebut sudah ada, dengan
luas sekitar 36 hektare.
“Yang sekarang,jadi ruko Redwood dan lampu
merah Deltamas, itu juga termasuk bagian dari luasnya,”jelasnya.
Menurut
penjelasan yang di dapat, danau itu terbentuk di sekitar Tahun 1917.
Sungai Cibinong saat itu di bendung dengan menggunakan pohon waru yang
besar-besar lalu di urug dengan tanah. Abah Kari Bin Jasman, yang biasa
di sebut Embah Buyut Same’an lah nama yang di duga sebagai penggagas
bendungan Cibinong.
Same’an
merupakan nama dari anak pertama Abah Kari, memang sudah menjadi suatu
tradisi, orang yang sudah memiliki anak, biasa di panggil dengan nama
anak pertamanya. “Makanya, orang lebih mengenal Embah Buyut Same’an dari
pada Abah Kari itu sendiri,”ungkapnya
Di
Tahun 1925, tanggul tersebut pernah jebol, hingga menyebabkan,
rumah-rumah yang berada di bantaran sungai, hanyut terbawa air. “Bahkan
dengan volume air yang cukup besar, sampai menghanyutkan rumah-rumah
yang berada di sekitar bantaran sungai, yang sekarang menjadi, Desa
Hegarmanah di Bagian, Kecamatan Cikarang Timur,”tandasnya.
Dia
menambahkan, bahwa di zaman dulu, situ tersebut sangat dalam. Jika di
lihat sekarang, pesawahan yang berada di sebelah utara kalimalang
dulunya sejajar dengan kedalaman Situ Binong.
Situ
Binong beberapa kali menaglami pemutihan, karna dari tahun ketahun
slalu mengalami penyusutan. Di Tahun 1978, Situ Binong menyusut, luasnya
tinggal 24 hektare. Lalu terjadi lagi penyusutan, pada Tahun 1993,
hingga luasnya hanya 11 hektare.
Sampai
Tahun 2009, dengan hasil pemantapan, luas Situ Binong sisa, 9,5
hektare. Faktor penyebab penyusutan itu, karena airnya sering mengalami
kekeringan. Sehingga sebagian dasar Situ yang mongering di manfaatkan
sebagian warga untuk lahan pertanian.
“Daerah
ini, memang daerah yang krisis air, karenanya Embah Buyut same’an,
membuat bendungan ini agar dapat di manfaatkan warga untuk keperluan
bertani dan sebagainya. Dan kalau kita lihat kondisi ini, sebetulnya
bukan kesalahan masyarakat, ini merupakan kesalahan kita bersama karna
tidak peduli,”keluhnya.
Lantaran
kondisi yang semakin memperihatinkan, Ues bersama dengan para pemuda,
berdiskusi untuk melestarikan situ Binong. Dengan berbagai usaha dan
upaya akhirnya, di Tahun 2009, tanggul tersebut di bangun permanen.
Bahkan juga di tanami 120 pohon mahoni yang di dapat dari Dinas
Binamarga. Agar tidak terjadi kekeringan dan penyusutan lagi.
“Bahkan
sekarang, kita memakai pola penanaman ikan, ikannya kami dapat dari
Kades, Anggota Dewan, sampai Dinas Perikanan dan Kelautan, untuk menarik
para pengunjung walau hanya sekedar memancing. Paling tidak para
pemancing juga akan merogoh kocek sepuluh, hingga seratus ribu rupiah
mah untuk sekedar jajan atau makan di warung-warung yang ada di sini,
kan lumayan bisa jadi penghasilan tambahan bagi masyarakat, bibitnya
bagus lagi,”ucapnya.
Dia
juga menambahkan , hal tersebut di rasa sangat banyak membantu
sekelompok masyarakat yang masih menggantungkan usahanya dari mencari
ikan dan udang di Situ Binong. “Alhamdulilah, orang sini sekolahnya
jarang sekali yang lulusannya rendah, paling tidah hampir rata-rata itu
SMA. Padahal orang tuanya hanya menggantungkan usahanya di Situ Binong
ini,”tandasnya.
Situ
Binong ini memang menjadi magnet bagi penghoby mancing. Iwan , warga
Kampung Kapling, Desa Sukamahi, menerangkan keasikannya memancing di
Situ Binong. “Tempatnya adem, ikannya juga banyak gede-gede lagi, dulu
juga pernah dapet ikan patin beratnya sampe 2,5 kilo,”ungkap lelaki asli
Jakarta tersebut.
Ues
berharap kedepannya, Situ binong ini dapat menjadi tempat pariwisata
daerah, yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dia juga
menambahkan agar Pemerintah bisa lebih memperhatikan keberadaan Situ
Binong.
Pada tanggal 25-26 Oktober 2014 lalu, telah di adakan pesta rakyat yang
disebut Hajat Bumi Situ Binong. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin
tahunan, yaitu suatu adat sedekah syukuran yang slalu di rayakan stiap
bulan Muharram (Sura), yang menjadi puncak acara.
"Ada
acara potong kerbau yang memang sudah menjadi adat warga setiap sedekah
bumi di adakan, kerbaunya pun sudah di persiap kan oleh pak kades
langsung,"jelasnya.
Selain
itu, acara juga akan di isi dengan kesenian yaitu ketuk tilu, ketuk
tilu merupakan sepasang manusia yang menari mengikuti lantunan gamelan,
yang mengandung arti langit dan bumi. Langit sebagai pemberi dan tanah
sebagai penerima yang menyimbolkan rasa syukur. “Pokoknya nanti nongkrong aja mas pas acara di mulai,”ajak Ues kepada wartawan.
Asam
(34), anggota panitia dan juga ikut dalam kelompok sadar wisata
(pokdarwis) situ binong menambahkan, sebelum di tanggal tersebut juga
akan di adakan acara-acara hiburan mulai di hari rabu (22/10), sebagai
acara hiburan pembuka.
Acara
tersebut akan di isi kesenian daerah dari sanggar seni sandiwara tunil
karya komara yang di lakoni oleh seniman asli Situ Binong termasuk
dirinya..
“kalo besok hiburan aja, acara puncaknya sabtu,”tambahnya saat di temui wartawan.
Ilan, ketua Rt.01 rawabinong mengutarakan, semenjak terpilihnya Jamad Jais sebagai Kades Hegarmukti, rawabinong semakin terurus.
"dari
dulu emang Pak Ues sama Pak Lurah Jais yang berjuang melestarikan
rawabinong ini, makanya pas pak Jais naik jadi kepala desa rawabinong
ini jadi lebih terurus,"ucapnya.
Masyarakat
rawabinong berharap dengan di adakannya acara yang akan di gelar nanti
pemerintah bisa lebih serius lagi, dan bisa di jadikan sebagai tempat
pariwisata daerah bekasi.
Bahkan
Tahun 2017 nanti berencana akan membuat pesta hajat bumi yang lebih
meriah lagi untuk memperingati satu abad rawa binong.

























iya nih bagus danaunya...adem lagi banyak pepohonan dipinggir danau.
ReplyDeletemasuknya dari seberang pasar modern deltamas, setelah itu sebelah kanan ada jalan masuk lewat markas brimob (ada petunjuk arah)